Selasa, 29 Mei 2012

An-Nusyroh

Definisi.
An-Nusyroh adalah bentuk mahsdar dari kata " Nasyaro " yang artinya menebarkan.Firman Allah: " Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka putus asa, danDia tebarkan RahmatNya, dan Dialah Maha Pelindung lagi Maha Terpuji " (QS.Asy-Syura : 28).
> Lois Ma'lu :  An-Nusyroh adalah Ruqyah yang mengobati orang yang sakit jiwa (gila) atausakit-fisik.
> Abu Sa'adat :  An-Nusyroh adalah bagian dari pengobatan Medis dan Ruqyah yang mengobatiorang yang terkena sentuhan Jin.
> Ibnu Jauzi :  An Nusyroh adalah melepaskan pengaruh sihir pada orang yang terkena sihir.Tidaklah seorang mampu melepaskan pengaruh sihir melainkan orang yang mengertitentang sihir.
DasarHukum.
Nabi Sawditanya tentang An-Nusyroh? Beliau menjawab : " An-Nusyroh adalah perbuatanSyaitan ". ( HR. Abu Daud ). Semula Nabi saw melarang mengobati dengan caraAn-Nusyroh karena mengandung unsur syirik dan bersekutu dengan Jin dan Syaitan,tetapi kemudian beliau membolehkan jika An-Nusyroh dengan menggunakan ayatAl-Qur'an dan doa.
MetodePengobatan dengan An-Nusyroh.
Berdasarkan definisi diatas dapat kita rangkum An-Nusyroh adalah pengobatandengan cara medis dan Ruqyah yang mengobati orang yang terkena pengaruh sihirdan sentuhan Jin dan Syaitan yang mempengaruhi fisik dan mental. Jadi mengobatandengan cara An-Nusyroh ada dua cara:
1.   Pengobatan dengan Cara Medis.
Pengobatan dengan cara medis dengan menggunakan ilmu kedokteran atau denganramuan yang mengandung obat untuk menyembuhkan penyakit.
Madu dan Buah-buhan.
" Kemudianmakanlah dari tiap-tiap macam buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telahdimudahkan bagimu. Dan dari perut lebah itu keluar minuman (Madu) yangbermacam-macam warnanya,  didalamnya ada obat yang menyembuhkan bagi manusia.Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi orangyang memikirkan " (QS. An-Nahl : 69)
Susu Murni.
" Dansesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagimu.Kami memberimu minum dari apa yang berada dalam perutnya berupa susu yang bersihantara kotoran dan darah yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya "(QS. An-Nahl : 66)
Korma Ajwa ( KormaNabi ).
Kormaadalah salah satu buah yang sering nabi anjurkan untuk mengkonsumsinya terutamabagi orang yang berbuka puasa, karena korma mengandung zat gula yang baik untukpertumbuhan badan, ada korma khusus untuk pengobatan yaitu Korma Ajwa. 
Nabi Sawbersabda:  " Korma Ajwa adalah obat dari segala penyakit "
2.   Pengobatan dengan Cara Ruqyah.
Ruqyahadalah bentuk tunggal dari kata Ruqo artinya jampi-jampi maksudnya jampi-jampidengan menggunakan bacaan atau mantra untuk menolak pengaruh sihir dan godaanSyaitan dan Jin yang mempengaruhi fisik dan mental manusia.
" Tidakada Ruqyah kecuali untuk melepaskan pengaruh mata (sihir) dan sengatan hewanberbisa " (HR. Ahmad, Abu Daud dan Attirmizi) " Dari Auf bin Malik berkata : Kamipernah me-Ruqyah seorang pada zaman Jahiliyah,  kemudian kami bertanya : WahaiRosullulloh bagaimana menurut pendapatMu tentang yang demikian? Maka Nabibersabda : Jelaskan kepadaKu tentang Ruqyah kalian. Tidaklah mengapa Ruqyah yangtidak ada unsur syirik " (HR. Muslim)
Bacaan untukMe-Ruqyah :
1.  Istia'dzah (Mohon perlindungan).
" Dan jikakamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah.Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui " (QS. Al A'rof : 200).
Secaralangsung Al-Qur'an tidak menjelaskan lafadz-lafadz yang dipakai untukperlindungan kepada Allah dari godaan syaitan tetapi kemudian Nabi mengajarkan beberapa lafadz yang dibaca untuk berlindung kepada Allah dari godaan syaitanantara lain :
  • A'udzu bIlahi minasysyaithonir-rojim
  • A'udzu bIlahis-sami'il alim minasysyaithonir-rojiim
  • A'udzu bikalimatIlahit-taammaati minsyarrimaa kholaq
  • A'udzu bikalimaatIlahit-taammaati min godhobihi waI'qobihi wasyarri ibadihi wamin hamazaatisy-syayaathini wa-ayyahdhuurun
  • A'udzu biIzzatIlahi waqudrotihi min syarrimaa ajidu wa-uhajiru
  • A'udzu bIlahi minasyyaithonir-rojim min hamzihi wanafkhihi wanaftsihi  
2.  Ayat Al-Qur'an.
Padahakikatnya semua ayat Al-Qur'an dapat dijadikan sebagai pelindung orang-orangyang beriman dari segala godaan syaitan dan sebagai obat dari segala penyakitakan tetapi ada beberapa ayat atau surat tertentu yang diajarkan Nabi yang dapatdijadikan sebagai Ruqyah untuk menangkal penyakit yang disebabkan oleh pengaruhsihir atau godaan Syaitan dan Jin.    
" Danapabila kamu membaca Al-Qur'an niscaya kami adakan antara kamu dan antaraorang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat suatu dinding(pelindung) yang tertutup " (QS. Al Isra : 45).  " Dan kami turunkan dariAl-Qur'an itu sebagai Penyembuh dan Rahmat bagi orang-orang yang Mukmin, dan ia(Al-Qur'an) tidak menambah bagi orang-orang yang zhalim melainkan kerugian " (QS.Al Isra : 82)   
  • Al Muawwidzatain (An-Naas dan Al Falaq)
  • Al Fatihah
  • 4 ayat diawal surat Al Baqarah
  • Al Baqarah ayat 163 dan 164
  • Ayat Kursi (Al Baqarah : 255)
  • 3 ayat diakhir surat Al Baqarah
  • Ayat pertama surat Ali Imran
  • Ali Imran ayat 18
  • Al A'raf ayat 54
  • Al Mu'min ayat 116
  • Al Jin ayat 3
  • 10 ayat diawal surat Ash- Shoffat
  • 3 ayat diakhir surat Al Hijr
  • Yunus : 81
  • Al Anbiya : 70
  • Al Furqon : 23
  • Al A'rof : 118-119
3.  Doa Mohon Kesembuhan.
Banyaksekali doa untuk perlindungan dari syaitan  dan kesembuhan  penyakit yang adadidalam Al-Qur'an atau yang diajarkan oleh Nabi,  disini kami ungkapkan beberapadoa yang diajarkan oleh Nabi:
  • BismIlahi turbatu ardhinaa biriiqoti ba'dhina yasyfibihi saqiimana bi-izni robbina
  • Allahumma Robban-naas Azhibilbaas Isyfi antasysyaafii Laa syifaa-a Illaa syifaa-uka Syifaa-an laayugoodiru saqoman.
  • Amsahil baas Robbannaas Biyadikasy-syifaa Laa kaasyifalahu Illaa anta
Tata-caraMe-Ruqyah.
" Setiappenyakit itu ada obatnya,  jika tepat obatnya maka penyakit akan sembuh denganizin Allah 'Azza wa Jalla " (HR. Muslim). Firman Allah : " Jikalau Allahmenimpakan bahaya (penyakit) kepadamu maka tidak ada yang dapat menghalanginyaselain Dia dan jikalau Allah menghendaki kebaikan untukmu maka tidak ada yangdapat menghalangiNya, kebaikan itu diberikan olehNya kepada orang yangdikehendaki dari hamba-hambaNya. Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"(QS. Yunus: 107)
Tidaklahsemua orang dapat disembuhkan dengan Ruqyah Al-Qur'an atau doa-doa yangdiajarkan oleh Nabi, apabila jiwanya tidak diisi dengan ke-yaqin-nan dan penuhpasrah kepada Allah serta tidak menyimpang dari ketentuan Ruqyah.
>Dibacakan dan ditiupkan pada kedua telapak tangan kemudian diusapkan padaanggota badan mulai dari kepala, muka, bagian depan badan dada dan seterusnya.
" Haditsdari A'isyah : Bahwasanya Nabi saw apabila berbaring ditempat tidur maka Iagabungkan kedua telapak tanganNya, kemudian ditiupkan pada keduanya sambilmembaca " Al Muawwidzat " (Al Ikhlas, Al Falaq dan Annas) lalu beliau mengusapkankedua telapak tangan mulai dari bagian kepala,  bagian muka dan  bagian depanbadan hingga tubuh yang dapat dijangkau. Beliau kerjakan tiga kali. A'isyahberkata : " Tatkala aku merasa sakit maka beliau menyuruh aku mengerjakan sepertiini " (HR. Bukhari-Muslim)
>Dibacakan pada ibu jari kemudian ditempelkan pada bumi lalu ibu jari diletakkanpada anggota tubuh yang sakit.
" Haditsdari A'isyah : Bahwasanya Nabi Saw apabila ada seorang merasa tubuhnya ada yangsakit maka beliau meletakkan ibu jariNya pada tanah kemudian diangkatnya sambilmembacakan doa : " BismIlahi turbatu ardhinaa Biriiqoti ba'dhinaa Yusqoobihisaqiimunaa Bi-izni robbinaa " (HR. Bukhari dan Muslim)
>Mengusapkan tangan pada anggota yang sakit sambil membaca Ruqyah.
" Haditsdari A'isyah : Bahwasanya Nabi Saw pernah mendoakan salah satu kelarganya yangsakit dengan meletakkan tangan kanannaya (pada tubuh yang sakit) sambil membaca: " Allahumma robbannaas Azhibil baas Isyfi antasysyafii Laa syifaa-a illaasyifaauka Syifaa-an laa yugoodiru saqoman " (HR. Bukhari dan Muslim)
>Dibacakan Ruqyah pada bejana yang berisi air dan ditiupkan ke-dalamnya kemudianmenyuruh penderita untuk meminumnya atau mandi dengan air tersebut.
" Haditsdari A'isyah :  Ia pernah membawa air zamzam kemudian ia memberitahu (kepadapara shahabat) bahwasanya Rosululloh Saw membacakan doa pada air zamzam yang adadalam bejana dari kulit lalu beliau menuangkan air itu pada gelas danmeminumkannya kepada orang-orang yang sakit " (HR. Muslim).      
 " DanAllah menurunkan kepadamu air hujan dari langit untuk menyucikan kamu denganhujan itu menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan Syaitan dan untuk menguatkanhatimu dan mempertaguh dengannya telapak kakimu (pendirianmu) " (QS. Al Anfal :11)
DidalamIslam bersuci ada dua bagian : pertama bersuci yang bersifat lahiriyah yaitubersuci badan dari hadats dan najis dengan air muthlak dan kedua bersuci yangbersifat bathiniyah yaitu menjauhkan diri dari sifat-sifat yang buruk yangdisebabkan oleh pengaruh Syaitan.
Cara Meminum airZamzam atau air Asma :
  • Meminum air dengan niat untuk kebaikan dunia dan akhirat
  • Menghadap kiblat ketika hendak meminum
  • Membaca shalawat untuk Nabi saw
  • Membaca Basmalah
  • Membaca doa.
  • " Allahumma inni as-aluka ilman nafi'an warizqon wasi'an wasyifa'an min kulli da'in "
  • Tiga kali nafas ketika meminum
  • Minum sampai rasa haus hilang
  • Setelah minum kemudian air diusapkan pada kepala, muka dan dada tiga kali.   
Penyakit yang Dapat Disembuhkan dengan Ruqyah.
> Perintah untukBerobat :
" Sesungguhnya Allah Ta'ala tidaklah menurunkan suatu penyakit,  kecuali Allahtelah menurunkan pula obatnya, baik obat yang telah diketahui oleh orang maupunyang belum diketahuinya,  kecuali mati " (HR. Al-Hakim) " Berobatlah wahai hamba-hamba Allah karena sesungguhnya Allah tidaklahmenurunkan suatu penyakit,  kecuali telah diturunkan pula obatnya,  selainpenyakit yang satu yaitu penyakit tua (pikun) " (HR. Ahmad, Ibnu Hibban danAl-Hakim).
> Perintah Konsultasikepada Ahli Pengobatan :
"Makapertanyalah kepada orang-orang yang mempunyai keahlian jika kamu tidakmengetahui " (QS. An-Nahl : 43) " Katakanlah: Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya(propesinya)" (QS. Al Isra : 84).Nabi Saw bersabda : " Obat segala kesulitan adalah bertanya (konsultasi) "
> Larangan dalamBerobat :
Berobatkepada yang bukan Ahlinya :
 " Danjanganlah kamu menjatuhkan dirimu kedalam kebinasaan dan berbuat baiklah karenasesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik " (QS. Al Baqarah:195). Nabi Saw bersabda : " Apabila sesuatu perkara diserahkan kepada yang bukanahlinya maka tunggulah kehancurannya "
Berobat dengan Sesuatu yang Dilarang Allah :
 " Sesungguhnya Allah Ta'ala tidaklah menjadikan obat untuk penyembuhanmu padahal-hal yang diharamkan atasmu " (HR. Aththabrani). Meskipun berobat itudiperintahkan agama tetapi penggunaan obat dibatasi pada hal-hal yang halal.Jadi tidak dibenarkan menjadikan sesuatu yang haram menjadi obat,  sepertiberobat dengan meminum darah atau minuman keras atau berobat dengan memakanmakanan yang diharamkan Allah. " Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimubangkai,   darah,  daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebutnama selain Allah " (QS. Al Baqarah : 173)
I.   Penyakit Fisik.
Sebab-sebab Penyakitterdiri dari Dua Golongan :
  • Sebab-sebab dari dalam ialah kelainan-kelainan dari tubuh sendiri yang pada umumnya tidak diketahui dengan jelas apa sebabnya.
  • Sebab-sebab dari luar ialah segala sebab yang asalnya dari luar.  Hal ini dapat dibedakan menjadi enam macam:
  • Sebab Mekanis,  seperti luka terkena benda tajam atau tumpul,  kena tembak atau terjatuh.
  • Sebab Fisik, seperti terkena api atau benda panas, terkena aliran listrik, disambar petir
  • Sebab Kimia,  seperti keracunan.
  • Sebab jasad Renik atau Makro, seperti bakteri, virus, serangga atau cacing-cacing.
  • Sebab kekurangan unsur tertentu dalam konsumsi, seperti vitamin, mineral, yudium.
  • Sebab kejiwaan, seperti kesusahan, trouma, ketakutan.    
Mengobatipenyakit fisik lebih dominan menggunakan medis atau ilmu kedokteran tetapi tidakmenjamin untuk sembuh maka solusinya banyak pasien yang datang untuk berobatAtternatif seperti Terapi,   Reflexsiologi,   Ruqyah atau lainnya
II.   Penyakit disebabkan Pengaruh Sihir, Syaitan atau Jin.
  • Sihir perceraian
  • Sihir guna-guna
  • Sihir Hipnotis
  • Sihir gila
  • Sihir lesu
  • Sihir suara panggilan
  • Sihir penyakit
  • Sihir pendarahan
  • Sihir menghalangi sesuatu ( Rejeki, tamu, keinginan beribadah, dll. )
  • Sihir mandul atau susah hamil

MENANGKAL DAN MENANGGULANGI SIHIR, SANTET, TELUH, TENUNG, GUNA-GUNA, KESURUPAN, GANGGUAN HANTU – JIN – SETAN – MAKHLUK HALUS

MENANGKAL DAN MENANGGULANGI SIHIR, SANTET, TELUH, TENUNG, GUNA-GUNA, KESURUPAN, GANGGUAN HANTU – JIN – SETAN – MAKHLUK HALUS

Allah telah mensyari’atkan kepada hamba-hambaNya supaya mereka menjauhkan diri dari kejahatan sihir sebelum terjadi pada diri mereka. Allah juga menjelaskan tentang bagaimana cara pengobatan sihir bila telah terjadi. Ini merupakan rahmat dan kasih sayang Allah, kebaikan dan kesempurnaan nikmatNya kepada mereka.
Berikut ini beberapa penjelasan tentang usaha menjaga diri dari bahaya sihir sebelum terjadi, begitu pula usaha dan cara pengobatannya bila terkena sihir, yakni cara-cara yang dibolehkan menurut hukum syara’:
Pertama: Tindakan preventif, yakni usaha menjauhkan diri dari bahaya sihir sebelum terjadi. Cara yang paling penting dan bermanfaat ialah penjagaan dengan melakukan dzikir yang disyari’atkan, membaca do’a dan ta’awwudz sesuai dengan tuntunan Rasulullah ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, di antaranya seperti di bawah ini:
A. Membaca ayat Kursi setiap selesai shalat lima waktu, sesudah membaca wirid yang disyari’atkan setelah salam, atau dibaca ketika akan tidur. Karena ayat Kursi termasuk ayat yang paling besar nilainya di dalam Al-Qur’an. Rasulullah ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam salah satu hadits shahihnya :
“Barangsiapa membaca ayat Kursi pada malam hari, Allah senantiasa menjaganya dan syetan tidak mendekatinya sampai Shubuh.”
Ayat Kursi terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 255 yang bunyinya :
“Allah tidak ada Tuhan selain Dia, Yang hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhlukNya), tidak mengantuk dan tidak tidur, kepunyaanNya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izinNya? Allah mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

B. Membaca surat Al-Ikhlas, surat Al-Falaq, dan surat An-Naas pada setiap selesai shalat lima waktu, dan membaca ketiga surat tersebut sebanyak tiga kali pada pagi hari sesudah shalat Shubuh, dan menjelang malam sesudah shalat Maghrib, sesuai dengan hadits riwayat Abu Dawud, At-Tirmidzi dan An-Nasa’i.
C. Membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah yaitu ayat 285-286 pada permulaan malam, sebagaimana sabda Rasulullah :
“Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka cukuplah baginya.”
Adapun bacaan ayat tersebut adalah sebagai berikut:
“Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat, kitab-kitab dan rasul-rasulNya. (Mereka mengatakan), ‘Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang (dengan yang lain) dari rasul-rasulNya’. (Mereka berdo’a): ‘Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, ia mendapat pahala (dari kewajiban) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo’a), ‘Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya, beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap orang-orang yang kafir.”
D. Banyak berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna.
Hendaklah dibaca pada malam hari dan siang hari ketika berada di suatu tempat, ketika masuk ke dalam suatu bangunan, ketika berada di tengah padang pasir, di udara atau di laut. Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
“Barangsiapa singgah di suatu tempat dan dia mengucapkan: ‘A’uudzu bi kalimaatillahi attaammaati min syarri maa khalaq’ (aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk ciptaanNya), maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakannya sampai ia pergi dari tempat itu.”
E. Membaca do’a di bawah ini masing-masing tiga kali pada pagi hari dan menjelang malam :
“Dengan nama Allah, yang bersama namaNya, tidak ada sesuatu pun yang membahayakan, baik di bumi maupun di langit dan Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)
Bacaan-bacaan dzikir dan ta’awwudz ini merupakan sebab-sebab yang besar untuk memperoleh keselamatan dan untuk menjauhkan diri dari kejahatan sihir atau kejahatan lainnya. Yaitu bagi mereka yang selalu mengamalkannya secara benar disertai keyakinan yang penuh kepada Allah, bertumpu dan pasrah kepadaNya dengan lapang dada dan hati yang khusyu’.
Kedua: Bacaan-bacaan seperti ini juga merupakan senjata ampuh untuk menghilangkan sihir yang sedang menimpa seseorang, dibaca dengan hati yang khusyu’, tunduk dan merendahkan diri, seraya memohon kepada Allah agar dihilangkan bahaya dan malapetaka yang dihadapi. Do’a-do’a berdasarkan riwayat yang kuat dari Rasulullah r untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh sihir dan lain sebagainya adalah sebagai berikut:
1. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam me-ruqyah (mengobati dengan membaca ayat-ayat Al-Qur’an atau do’a-do’a) sahabat-sahabatnya dengan bacaan :
Artinya: “Ya Allah, Tuhan segenap manusia….! Hilangkanlah sakit dan sembuhkanlah, Engkau Maha Penyembuh, tidak ada penyembuhan melainkan penyembuhan dariMu, penyembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.” (HR. Al-Bukhari).
2. Do’a yang dibaca Jibril , ketika meruqyah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Dengan nama Allah, aku meruqyahmu dari segala yang menyakitkanmu, dan dari kejahatan setiap diri atau dari pandangan mata yang penuh kedengkian, semoga Allah menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku meruqyahmu.” Bacaan ini hendaknya diulang tiga kali.
3. Pengobatan sihir cara lainnya, terutama bagi laki-laki yang tidak dapat berjimak dengan istrinya karena terkena sihir. Yaitu, ambillah tujuh lembar daun bidara yang masih hijau, ditumbuk atau digerus dengan batu atau alat tumbuk lainnya, sesudah itu dimasukkan ke dalam bejana secukupnya untuk mandi; bacakan ayat Kursi pada bejana tersebut; bacakan pula surat Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas, dan ayat-ayat sihir dalam surat Al-A’raf ayat 117-119, surat Yunus ayat 79-82 dan surat Thaha ayat 65-69.
Surat Al-A’raf ayat 117-119 yang bunyinya:
“Dan Kami wahyukan kepada Musa: ‘Lemparkanlah tongkatmu!’ Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. Karena itu, nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. Maka mereka orang-orang yang hina.”

Surat Yunus ayat 79-82:
“Fir’aun berkata (kepada pemuka kaumnya): ‘Datangkanlah kepadaku semua ahli sihir yang pandai’. Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka: ‘Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan’. Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: ‘Apa yang kamu lakukan itu, itulah sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenaran mereka. Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsung pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapanNya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya).”

Surat Thaha ayat 65-69 yang bunyinya :
“Mereka bertanya,’Hai Musa (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamilah yang mula-mula melemparkan?’ Musa menjawab,’Silahkan kamu sekalian melemparkan’. Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang oleh Musa seakan-akan ia merayap cepat lantaran sihir mereka. Maka Musa merasa takut dalam hatinya. Kami berfirman: ‘Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat, sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu dari mana saja ia datang.”
Setelah selesai membaca ayat-ayat tersebut di atas hendaklah diminum sedikit airnya dan sisanya dipakai untuk mandi.)
Dengan cara ini mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala menghilangkan penyakit yang sedang dideritanya.

4. Cara pengobatan lainnya, sebagai cara yang paling bermanfaat ialah berupaya mengerahkan tenaga dan daya untuk mengetahui di mana tempat sihir terjadi, di atas gunung atau di tempat manapun ia berada, dan bila sudah diketahui tempatnya, diambil dan dimusnahkan sehingga lenyaplah sihir tersebut.
Inilah beberapa penjelasan tentang perkara-perkara yang dapat menjaga diri dari sihir dan usaha pengobatan atau cara penyembuhannya, dan hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.
Adapun pengobatan dengan cara-cara yang dilakukan oleh tukang-tukang sihir, yaitu dengan mendekatkan diri kepada jin disertai dengan penyembelihan hewan, atau cara-cara mendekatkan diri lainnya, maka semua ini tidak dibenarkan karena termasuk perbuatan syirik paling besar yang wajib dihindari.
Demikian pula pengobatan dengan cara bertanya kepada dukun,’arraaf (tukang ramal) dan menggunakan petunjuk sesuai dengan apa yang mereka katakan. Semua ini tidak dibenarkan dalam Islam, karena dukun-dukun tersebut tidak beriman kepada Allah; mereka adalah pendusta dan pembohong yang mengaku mengetahui hal-hal ghaib, dan kemudian menipu manusia.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan orang-orang yang mendatangi mereka, menanyakan dan membenarkan apa yang mereka katakan, sebagaimana telah dijelaskan hukum-hukumnya di awal tulisan ini.
Kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kita memohon, agar seluruh kaum muslimin dilimpahkan kesejahteraan dan keselamatan dari segala kejahatan, dan semoga Allah melindungi mereka, agama mereka, dan menganugerahkan kepada mereka pemahaman dan agamaNya, serta memelihara mereka dari segala sesuatu yang menyalahi syari’atNya.
catatan:
Ayat alquran yg dibaca adalah yg berbahasa arab, bukan terjemahannya
sedangkan doa selain ayat alquran maka sebaiknya juga berbahasa arab sebagaimana yg tercantum dlm hadits-hadits, bkn terjemahannya
Sedangkan doa2 yg tidak terdapat dlm hadits, yaitu doa dgn susunan kata buatan sendiri, maka boleh berbahasa indonesia